Judol dan Pinjol, Dwitunggal Paling Mematikan Bikin Modar Perlahan

Kemudahan akses teknologi kiranya tidak bisa kita salahkan. Satu-satunya yang bersalah adalah diri kita sendiri, bagaimana sampai bisa tergiur dan terjerumus pada sesuatu yang niscaya buruk.

Tidak hanya Bang Haji Roma Irama saja, tetapi agama pun melarang perjudian. Oleh sebab itulah, judi menjadi hal yang sepenuhnya tidak baik.

Adanya teknologi membuat dunia casino berpindah dari yang semula darat (offline) menjadi online. Bencana yang lebih besar menyasar kita, orang miskin yang ingin kaya.

Bandar yang semula melakukan kecurangan secara diam-diam di casino offline. Sekarang bisa melakukan kecurangan secara terang-terangan dan sebebas burung terbang di casino online.

Tidak ada persentase menang sama sekali. Pun pemain yang sedang mendapat kenaikan modal, itu hanya diberi oleh bandar.

Pada akhirnya akan habis juga tanpa sisa masuk kembali ke lingkarang tersebut. Kembali ke kantong bandar menggandeng tabungan, motor, mobil, rumah, atau bahkan mental dan nyawa.

Komposisi Mematikan Menyerang Semua Generasi: Judol dan Pinjol

Judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) saling berkesinambungan. Keduanya memiliki hubungan implikasi, jika judol maka pinjol.

Saya memiliki beberapa teman yang sebelumnya hidupnya memang sudah berantakan. Setelah mengenal kedua senjata setan itu, kehidupan yang berantakan menjadi jauh lebih berantakan lagi.

Pertama-tama, ia mengenalnya secara iseng. Tidak sengaja, tentu saja. Kemudian mencoba bermain dan mendapat 'seolah-olah' kemenangan.

Kedua, ia menggunakan kemenangan itu untuk mengejar kemenangan yang 'seolah-olah' lebih besar. Namun setelah mendapatkan kemenangan lagi, ia terus berambisi sampai yang semula menang menjadi kalah.

Ketiga, ia lantas tidak terima sudah menang malah menjadi kalah. Mengisi kembali saldo akunnya dan bermain lebih gila lagi.

Alur satu, dua, dan tiga tersebut merupakan yang paling dasar. Belum sampai pada pinjol sebagai langkah penghakiman paling mutakhir.

Setelah terikat dan mustahil melepaskan diri dari lingkungan judol. Teman saya itu kehabisan modal, yang mana seluruh tabungan sudah dipakai.

Kalau ditotal nominal kekalahan semua asetnya mencapai lebih dari 180 juta. Itu nominal yang sangat besar, mengingat ia hanya seorang serabutan dengan fee tidak sampai 3 juta per bulan.

Belum berhenti di sana, kendaraan, pekerjaan, dan kepercayaan dari teman-temannya turut menghilang. Ia sudah kepalang basah semuanya, seolah tidak bisa hidup tanpa judol, jika nyawa bisa dipertaruhkan bukan tidak mungkin akan ia pasang di meja judi.

Keempat, ia melangkah terlampau jauh, yaitu mengambil pinjaman. Dari yang termudah adalah pinjol, pinjaman ke perorangan, bank, dan pada akhirnya utangnya menumpuk hampir setara dengan dosa-dosanya.

Kelima, ia nyaris benar-benar tidak bisa ditolong. Kecuali, Tuhan memberikan sebuah kecil keajaiban kepada jiwa berdosa dan terkutuk itu.

Untuk mencapai tahap kelima ini, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Lantaran akar judol dan pinjol perlu waktu untuk mengakar kuat menjalar di semua fungsi otak.

Meski begitu, terlepas dari seberapa mematikan kombinasi antara judol dan pinjol, percayalah bahwa setiap manusia memiliki ujiannya masing-masing.

Tentunya, kita tidak ingin menjadi seperti teman saya, yang sudah jelas-jelas tidak ada kemenangan sama sekali dalam lingkaran setan tersebut. Namun bukan berarti nasib teman saya lebih buruk daripada nasib kita.

Satu hal yang perlu kita lakukan sekarang adalah ini: ikhlas menerima takdir. Tidak ada yang lain.

Judol dan Pinjol, Dwitunggal Paling Mematikan Bikin Modar Perlahan

Perhatikan quote tentang judi di bawah ini:

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, penjudi mati meninggalkan utang 

Memancing Adalah Obat Penawar Judol dan Pinjol

Pada akhirnya, saya ingin mengatakan agar kalian yang lebih suka memancing daripada judol dan pinjol, memiliki kehidupan yang harus disyukuri. Sekarang, bersyukurlah dengan cara yang baik-baik, mengucapkan syukur atau berbagi kebaikan.

Blog memancing adalah forum diskusi para pehobi memancing ikan yang saya dedikasikan untuk semua orang. Bahwa, memancing bukan hanya kegiatan nirmanfaat, tetapi benar-benar ada manfaatnya.

Seperti halnya tidur, yang notabene dianggap sebagai orang pemalas. Kalau niat tidur adalah agar tidak sadar dan tidak melakukan kemaksiatan, maka kalau niat mancing adalah berhenti judol dan pinjol menjadi sama-sama mulianya.

Siapa pun yang belum mengenal sama sekali dengan judol dan pinjol harus bersyukur. Ikhlas menerima takdir dan syukur, kunci hidup tetap bahagia di tengah gempuran gelompang ujian yang tiada berhenti.

Next Post Previous Post
2 Comments
  • Riuzaki
    Riuzaki 11/19/2023 6:21 AM

    Rungkad berapa puluh juta bang malam ini?

  • Redaksi
    Redaksi 11/20/2023 9:00 AM

    Sabar bolo wkwk

Add Comment
comment url