Eksistensi HP Nokia Jadul di Zaman Serba Modern

Sebenarnya, saya bukan orang yang selalu aktif di media sosial. Saya bahkan tidak memiliki Instagram. Facebook hanya sebagai sarana jual-beli barang bekas. Dan WhatsApp sekadar supaya teman-teman saya mudah mengajak ngopi.

Untuk berhubungan dengan orang-orang, saya lebih sering menggunakan SMS atau telepon di HP jadul. Menurut saya, ini lebih mudah dan efisien. Apalagi kalau sedang ada dinas perairan (baca: memancing).

Misalnya kemarin saat masih sering memancing. Saya pergi hanya membawa HP Nokia jadul 3315. Itu merupakan HP yang rilis pada 2003, sehingga sekarang usianya sudah genap 2 dekade.

Namun ternyata, performa HP tersebut masih bandel saja, untuk SMS dan telepon, tentu saja. Apalagi soal baterai yang mampu bertahan hingga 1 minggu.

HP jadul memang memiliki keutamakan dalam hal baterai, IP68 (tanpa sertifikat), serta mudah dalam bongkar pasang. Kita tidak pernah khawatir kalau tiba-tiba HP nyebur ke kali, atau terjatuh saat naik motor, atau listrik padam 1 minggu penuh.

Hanya saja, satu-satunya kekurangan saat mancing bawa HP jadul adalah tidak bisa berfoto dengan ikan pancingan. Kita tidak bisa pamer ke mereka yang tidak dibolehin mancing sama istrinya.

Di zaman serba modern seperti sekarang ini, menggunakan HP Nokia jadul seolah-olah hidup di luar zaman. Tetap saja, eksistensi HP jadul mustahil menggantikan peran smartphone.

Kalian juga bisa mempertimbangkan pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, hanya menggunakan HP jadul. Ketika Senin, kalian akan merasakan kesegaran dan semangat yang baru.

Tidak mengikuti berita gosip atau melihat media sosial selama dua hari bukan masalah berarti. Kehidupan tetap berjalan walaupun kita berada di luar zaman pada hari itu.

Eksistensi HP Nokia Jadul di Zaman Serba Modern
Nokia 3315 (2003)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url