Sebenarnya, Saya Tidak Setuju Jika Memancing Melatih Kesabaran

Banyak anggapan yang mengatakan bahwa 'memancing melatih kesabaran', atau 'seorang pemancing pasti sabar', atau hal yang bermakna senada lainnya.

Sebenarnya, saya tidak setuju dengan anggapan itu. Tidak semua pemancing itu sabar, sebab alasan setiap orang seringkali kompleks dan berbeda.

Ada yang memancing hanya karena tidak mau mendengar bininya ngoceh enggak jelas setiap hari. Ada pula yang memancing hanya karena diajak oleh temannya. Atau alasan remeh lain yang mengakibatkan seseorang berada di pinggir perairan sedang memancing ikan.

Memancing merupakan kegiatan pengalihan. Kalian yang tengah pusing karena tidak punya uang dan banyak cicilan, memancing seperti merokok, menjadi obat bius sementara untuk menghilangkan kepusingan.

Pada titik tertentu, memancing justru memperjelas masalah yang sedang kita hadapi. Tetapi menyajikan semua masalah itu dalam keadaan yang lebih lembut, tenang, dan jelas.

Saya sendiri suka memancing, dan (menurut banyak orang) bukan tipikal orang yang sabar. Saya dapat bertahan dalam waktu lama di bawah panas sinar matahari ngentang-ngentang pukul 12 siang bukan karena sabar. Namun, karena ambisi dan semangat mendapatkan sesuatu.

Imajinasi saya mengatakan, mungkin sebentar lagi akan ada ikan yang makan. Begitu terus hingga bertahan berjam-jam di tempat sama. Meskipun pada akhirnya tidak ada ikan sama sekali yang makan umpan.

Saya pribadi suka sesuatu yang misteri, belum jelas, dan kejutan. Seperti halnya memancing di sungai keruh lebih nikmat daripada memancing di sungai bening yang ikannya sudah kelihatan. Misteri itu membakar semangat untuk terus bertahan memancing.

Dari memancing, setidaknya saya memahami sesuatu. Bahwa, kita dapat pula menerapkan 'kesabaran' atau 'bertahan' ini dalam kehidupan sehari-hari. Kita yang sedang memiliki masalah, imajinasikan bahwa masalah itu akan selesai sebentar lagi.

Seiring berjalannya waktu, walaupun masalah tidak kunjung menemui jalan penyelesaian, kita sebenarnya sudah bertahan di tengah gempuran masalah kehidupan.

Bagaimana pun alasan seseorang hingga berakhir memancing ikan, kita adalah teman dekat meski belum tahu nama satu dengan lainnya. Persahabatan antar pemancing tidak bisa dipandang sebelah mata. Kita selalu saling membantu jika ada yang membutuhkan umpan, kail, timah pemberat, pelampung, atau lainnya.

Semoga setiap orang yang memancing menyadari hal ini: kesabaran dalam memancing merupakan tindakan mampu bertahan dan ikhlas menerima semua yang terjadi.

Terapkan prinsip itu dalam kehidupan. Agar tidak melupakan jalan pulang kepada Tuhan. Mari berdoa dan berusaha, sekaligus ikhlas untuk semua takdir dalam kehidupan. Hanya saja, semoga Tuhan memberikan kelembutan pada setiap takdir-Nya kepada kita.

Next Post Previous Post
1 Comments
  • Riuzaki
    Riuzaki 9/21/2023 11:40 AM

    Mantap kali kau bang

Add Comment
comment url