Bertahanlah dalam Gempuran Gelombang Kehidupan

Siang ini terasa dingin, padahal orang lain bersambat panas. Begitu sejumput pikiran Kusein yang tengah duduk di kursi depan rumah.

Seperti kemarin, ia menunggu sesuatu yang hingga kini belum datang. Apalagi kalau bukan pekerjaan.

Sebenarnya, ia sudah menanti sejak delapan tahun lalu.

Ia sekarang mengisap rokok murah dan kopi buatan sendiri. Merasai siang yang ternyata dingin saja.

Ia sudah terbiasa dengan panas di dada dan kepalanya. Panas dari cuaca tampaknya tidak lagi kentara.

Seorang perempuan berusia sekira 50 tahun berada di dapur. Perempuan itu sedang menyiapkan makan sore untuk keluarga kecil itu.

Sedangkan perempuan lain seumuran Kusein berada di ruang tamu. Ditemani beberapa anak kecil yang sedang belajar.

Di sela isapan rokok yang apinya hampir sampai jari, Kusein beranjak dari tempat duduknya. Melewati perempuan yang sedang menyiapkan makanan. 

Ia ke belakang mengambil wudlu, salat ashar, dan berdoa untuk orok di perut perempuan di ruang tamu. Bertahanlah dalam gempuran gelombang kehidupan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url