Begini Cara Budidaya Ikan Uceng agar Berpeluang Usaha

Inilah cara budidaya ikan uceng dari penangkapan hingga pemijahan. Simak penjelasannya sampai selesai!

Bingung mencari peluang usaha? Artikel ini mungkin bisa memberikan solusi. Sebab, saya akan memberikan informasi tentang cara budidaya ikan uceng yang benar, agar layak dipasarkan.

Ikan uceng merupakan salah satu komoditas ikan air tawar. Hidup di sungai yang alirannya deras, tepatnya di bebatuan dasar berpasir sebagai perlindungannya. Habitat aslinya berasal dari perairan Indonesia. Namun lebih banyak dijumpai di daerah Temanggung.

Memiliki tubuh kecil memanjang, dengan ukuran 10 cm. Di tubuhnya terdapat 11-12 warna belang hitam berseling 14-18 bercak di sepanjang tubuh. Ikan ini hanya bersembunyi di bebatuan dan keluar sore hari untuk mencari makan.

Walaupun ikan uceng termasuk ikan hias, namun banyak yang meminatinya karena rasanya yang gurih. Rasanya yang gurih menjadikan ikan ini langka dan cenderung mahal dengan harga Rp100.000 s/d Rp150.000 per kilogram ikan mentah, dan Rp200.000 s/d Rp300.000 per kilogram ikan matang.

Dapat dijadikan ikan konsumsi dan ikan hias, serta banyaknya peminat menjadikan ikan ini berpotensi sebagai ladang usaha. Habitat yang sebelumnya berada di sungai, kini dapat diternakkan di kolam. Begini cara budidayanya, agar hasilnya maksimal!

Cara Budidaya Ikan Uceng

Cara Budidaya Ikan Uceng yang Benar

Proses budidaya ikan uceng terbilang mudah, serta tidak memerlukan modal yang besar. Sebab, dapat dilakukan di lahan yang kecil. 

1. Proses Domestisasi

Proses domestisasi yaitu tahap penjinakan organisme dari alam untuk kemudian dibudidayakan. Proses ini bertujuan agar ikan dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan dapat berkembang biak secara baik.

Proses ini dilakukan dengan pembuatan tempat yang menyerupai habitat asli ikan uceng. Wadah yang digunakan yaitu akuarium ukuran 40cm x 25cm x 25cm yang diberi pasir sebagai dasarannya. Tujuannya agar perut ikan tidak terluka.

2. Cara Penangkapan

Penangkapan ikan uceng juga perlu diperhatikan agar ikan tidak stress. Alat yang digunakan untuk menangkap ikan uceng berbahan bambu, yaitu telik. Jika menggunakan alat lain seperti icir dapat menyebabkan ikan uceng mati dalam waktu dekat.

Cara penangkapannya, Anda dapat memasang telik pada sore hari, ketika ikan mencari makan. Pemasangannya tidak perlu terlalu dalam, paginya hasil tangkapan dapat diambil dan dipindah ke akuarium.

3. Memperhatikan Kualitas Air

Selain tempat pemeliharaan, Anda perlu memperhatikan kualitas air yang harus disamakan dengan habitat aslinya. Suhu yang baik berada pada 25-27° celcius dengan pH 7, DO>5 ppm. Kualitas yang kurang baik, dapat menimbulkan penyakit pada ikan.

4. Pembenihan

Proses pembenihan ikan uceng dilakukan dengan dua tahap, yaitu penyeleksian induk atau sexing dan tahap pematangan gonad. Sexing dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin ikan uceng, tepatnya pada bulan ke 7. Setelahnya, baru dilakukan pemisahan.

Perbedaan induk jantan dan betina, dapat ditandai dengan mudah. Ikan uceng memiliki mulut setengah lingkaran, tekstur bibir berdaging dan berkerut, mempunyai sepasang barbel merah di bibir atas pada induk jantan. Sedangkan, induk betina tidak mempunyainya.

Ikan uceng dapat diberikan pakan cacing tubifex sampai dapat diadaptasikan dengan pemberian pakan pellet. Setelah Anda memisahkan berdasarkan jenis kelaminnya, dilakukanlah pematangan gonad. Dengan memberikan pakan kandungan protein 30% dan ditambahkan vitamin E pada putih telur (dosis vitamin E: 60mg/kg pakan).

5. Pemijahan

Beberapa metode dapat digunakan dalam proses pemijahan. diantaranya metode stripping, induce breeding atau kawin suntik, dan pemijahan alami tanpa bantuan hormon. Namun, metode stripping tidak disarankan dalam pemijahan ikan uceng, karena metode ini rentan mengalami kegagalan.

Metode induce breeding dilakukan dengan menyuntikkan hormon Ovaprim dengan dosis 0,025mm per ekor induk yang sudah matang gonad. Larva yang dapat dihasilkan sebesar ±1.500 ekor/ induk betina.

Namun, metode yang paling saya rekomendasikan pada Anda yaitu metode pemijahan alami. Sebab, mudah diaplikasikan dan minim biaya. Dilakukan dengan mempertemukan induk jantan dan betina selama 8-10 jam di dalam akuarium pada malam hari.

Demikian informasi mengenai cara budidaya ikan uceng agar berpeluang usaha versi Blog Memancing. Ikan uceng akan tumbuh dengan baik jika dilakukan budidaya yang benar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin memulai bisnis ternak ikan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url