Yang Berhasil

Kusein: Keadaan sekarang cukup membingungkan. Ini sudah bukan lagi hancur, ini lebih dari itu. Ini adalah titik di mana tidak peduli mau hancur atau mau tidak.

Romir: Jadi begitu, pikiranmu sudah berubah.

Kusein: Berubah?

Romir: Dari mataku memang berubah. Sama seperti saat mengalami kebahagiaan yang luar biasa, kau tidak akan peduli mau lebih bahagia atau mau sedih. Namun, yang kau tembus itu titik bawahnya. Yaitu kesedihan. Kau sudah menembus sesuatu yang lebih dalam daripada hancur. Jadi tidak peduli lagi mau lebih hancur atau mau bangkit. Kehancuran dan kebangkitan itu ibaratnya satu garis interval. Saat ini kau sudah tidak berada di garis itu, tetapi keluar dan menempati titik kebebasan yang tidak terbatas. Menembus batas bawah maupun atas sama-sama merupakan pencapaian, jadi perubahanmu itu juga sebuah pencapaian. Berbanggalah.

Kusein: Enyahlah.

Romir: Hidup ini masih tentang kegagalan?

Kusein: Tampaknya sudah berubah, setelah mengalami banyak hal yang lumayan mengerikan, aku sadar kalau hidup ini tentang keberhasilan. Tidak, tidak, lebih tepatnya tentang apa yang ingin kita kehendaki. Tidak ada yang namanya gagal, tidak ada juga yang namanya berhasil, selama keputusan itu kita yang menghendaki. Salah satu ikanku berhasil mati, ikanku yang lain berhasil hidup. Keduanya sama-sama berhasil. Aku lebih suka begitu daripada menyebutnya salah satu berhasil hidup dan salah satunya gagal hidup.

Romir: Boleh juga.



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url