Salah Satu Rahasia

“Benarkah begitu?”

“Tentu saja! Aku beritahu kamu satu hal, ini sangat penting dan sebenarnya merupakan salah satu rahasia yang cukup besar di dalam kehidupan. Dengarkan baik-baik, bahwa, mereka bersikap baik kepadamu hanya karena mereka berpikir masih membutuhkanmu di kemudian hari. Itu saja, tidak ada yang lain. Jadi, saat mereka mulai berpikir kalau mereka tidak akan membutuhkanmu lagi, mereka akan mulai tidak menghubungimu, melupakanmu, dan mengabaikanmu apapun yang terjadi. Bahkan ketika kamu meminta bantuan kepada mereka, mencoba bersikap baik, atau hanya menyapa saja. Mereka akan tetap mengabaikanmu.

“Faktanya memang begitu, setidaknya selama seperempat abad ini. Aku belum pernah bertemu dengan seseorang, bahkan di mimpi sekalipun, yang mengatakan hei, aku ini panjangan tangan dari Tuhan, aku juga merupakan jawaban dari doa-doamu. Aku akan membantumu untuk berubah menjadi lebih baik, memelukmu di saat sedang terpuruk, serta memberi semangat atas apa yang kamu kerjakan sehari-hari.

“Tidak ada manusia yang bisa kita andalkan di dunia ini. Mereka semua, kebanyakan, hanya memikirkan diri sendiri. Itulah yang selama ini terjadi. Mereka mementingkan perut dan kelamin, tentu saja, perut dan kelamin keluarganya juga. Sedangkan kita? Kita hanya orang yang sangat jauh dari mereka semua. Kita nomor sekian juta setelah mereka memenuhi semua kebutuhan hidup cucu dan cicit mereka. Itu pun kalau kita masih hidup saat giliran tiba.

“Sebenarnya yang aku ingin sampaikan, pada setiap berbuat baik dari manusia yang lupa dan tersesat ini, ada setitik niat egois untuk diri sendiri. Kita senantiasa berbuat baik, dengan sebagian maksud agar orang lain akan berbuat baik kepada kita suatu hari nanti. Sebagiannya lagi urusan pribadi, entah untuk mengharap pengampunan dari Tuhan atau apapun itu lainnya. Memang, begitulah hidup berjalan, sangat paradoks.

“Sekarang kita akhiri saja pembicaraan ini. Kita menunggu pagi yang kurang dua jam lagi, tanpa bicara apapun, tanpa melakukan apapun. Kita hanya akan diam di sini.”

“Tapi—”

“Husstt.”

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url