Rasanya Sama Sekali Tidak Baik

Kusein: Hari ini baik?

Romir: Rasanya sama sekali tidak baik. Sejak Sabtu kemarin, hari-hari terasa berat. Aku bahkan berpikir untuk mengakhirinya. Dalam keadaan yang begini tidak berdaya, sakit, kerjaan berantakan, masa depan suram, tidak ada yang peduli sama sekali. Tampaknya aku benar-benar orang pilihan, terpilih untuk dijadikan tidak ada. Meskipun aku berada di depan orang-orang, mereka abai begitu saja. Aku ingin mengakhirinya, namun masih takut dengan rasa sakit atas kematian. Kau mungkin pernah merasakan seolah-olah sendirian di dunia, tidak ada hal yang menarik perhatianmu sama sekali. Kemudian berpikir untuk mengikhlaskan kehidupan sampai di sini. Kehidupan akan berakhir dan kau berharap dilupakan oleh setiap pikiran orang-orang. Sama seperti itu, akau hanya ingin menghilang dari pikiran orang-orang. Sekarang aku hanya berbaring lemas di atas kasur, sendirian, kotor, berantakan. Sementara orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Hal ini justru semakin menyakitkan jika mengingat kata-kata mereka tentang kepedulian. Faktanya tidak sama sekali, orang-orang hanya akan senang jika aku memenuhi harapan mereka. Selebihnya, saat aku berada di posisi yang membutuhkan mereka, orang-orang akan dengan lantang mengabaikan.

Kusein: Sudah?

Romir: Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku sampaikan, terutama tentang rasa kecewa dan sakit hati.

Kusein: Beginilah kebodohan manusia, kau hanya tidak tahu saja bagaimana orang-orang itu peduli denganmu. Dengan cara yang lain, tentu saja.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url