Rekapitulasi

Romir: Kehidupan ini seperti judi gak sih?

Kusein: Entahlah, lagi malas mikir, soalnya kemarin aku habis kalah 40 juta.

Romir: Hmm, bayangkan uang itu bisa untuk—

Kusein: Kamu gak kaget sama sekali?

Romir: Kaget soal apa?

Kusein: Kalah 40 juta!

Romir: Ngapain kaget? Apa aku harus cerita berapa kekalahanku?

Kusein: Berapa?

Romir: Kenapa?

Kusein: Buat motivasi.

Romir: Ntar aja kutunjukkan rekapan depo terus tapi gak WD.

Kusein: Banyak?

Romir: Ntar aja.

Kusein: Berapa?

Romir: Anjing ntar aja, bikin sakit hati kalau diceritain sekarang. Aku mau cerita soal hal yang penting banget.

Kusein: Kayaknya aku gak sendiri di dunia ini.

Romir: Pikiranmu terlalu sempit, ada banyak orang yang kalah jauh lebih besar.

Kusein: Depo lagi aja gimana?

Romir: Emang masih ada yang bisa buat depo?

Kusein: Wkwkwk.

Romir: Jadi gini, setelah depo dan kalah terakhir itu, aku sadar kalau hidup ini seperti judi. Bedanya, kalau judi itu diatur bandar, kalau hidup diatur Tuhan.

Kusein: Terus kita ngatur apa?

Romir: Hmm apa ya?

Kusein: Anu, kita ngatur diri sendiri biar gak depo.

Romir: Iya, sih. Tapi depo itu kan uang, bisa kita atur berapa besarya, kalau habis bisa cari lagi. Sedangkan kalau hidup, yang kita pertaruhkan setiap napas kita.

Kusein: Lebih ngeri hidup berarti?

Romir: Kayaknya gitu sih, tapi gak ngeri-ngeri amat. Soalnya kita sudah memutuskan buat hidup.

Kusein: Memutuskan gimana?

Romir: Kamu gak ingat dulu pas masih orok di rahim emakmu diperlihatkan kehidupanmu di dunia? Jadi kalau kamu lahir, berarti kamu setuju dan siap menjalaninya.

Kusein: Sebenarnya kita manusia yang kuat berarti?

Romir: Kuat banget, soalnya gak banyak orang yang mampu depo terus tapi gak WD.

Kusein: Wkwkwkwk.

Romir: Ini mau Februari, aku benar-benar berhenti. Gak usah info-info lagi masseeh!

Kusein: Dapat apa selama ini?

Romir: Dapat apa lagi selain hikmahnya?

Kusein: Wkwkwkwk. Mana rekapan depomu?

Romir: Ini.

Kusein: Bajingan cok! Ginjal masih dua?

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url